Friday, March 27, 2015

Google Siapkan Rp 11 Triliun untuk Satelit

KOMPAS.com — Google dilaporkan bakal menyiapkan dana lebih dari 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 11,7 triliun) untuk menyediakan satelit yang bisa menghadirkan akses internet ke wilayah-wilayah dunia yang belum terjangkau internet. 

Bahkan, seperti dilaporkan Wall Street Journal, angka itu bisa membengkak hingga 3 miliar dollar AS. 

Proyek akses internet global itu dikatakan akan dimulai dengan 180 satelit kecil dengan kapasitas internet tinggi yang mengorbit bumi di ketinggian rendah, lebih rendah dari umumnya orbit satelit. 

Sebelumnya, Google pernah mengumumkan proyek pengadaan akses internet menggunakan balon udara. 

Salah satu indikasi kesiapan Google untuk "bermain" satelit adalah masuknya Brian Holtz dan Dave Bettinger ke perusahaan raksasa itu. Keduanya dikenal memiliki latar belakang di perusahaan satelit komunikasi.

Upaya untuk mencapai penduduk dunia yang masih "miskin internet" itu juga konon dilakukan oleh Facebook. Dilaporkan pula bahwa Facebook melakukan hal serupa dengan memanfaatkan pesawat tanpa awak (drone), satelit, dan teknologi laser. 

Baik Google maupun Facebook tak bisa dibilang sekadar dermawan dalam upaya-upayanya ini. Ujung-ujungnya, apalagi kalau bukan untuk mendapatkan pemasukan tambahan dari iklan?
Read More

Saturday, March 21, 2015

Telkomsel Targetkan 24 Persen Pendapatan dari Digital

KOMPAS.com - Memasuki tahun ke-19, Telkomsel mengambil tema ulang tahun "Wujudkan Masa Depan Penuh Warna". Perusahaan operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia itu berharap bisa lebih kuat lagi di layanan digital. 

“Sejak pertama kali melayani indonesia 19 tahun yang lalu dari Sabang sampai Merauke, Telkomsel selalu tampil terdepan dalam kemajuan teknologi selular tanah air dengan ragam layanannya, mulai dari voice, sms, hingga broadband, dan kini layanan digital," kata Direktur Utama Telkomsel, Alex J. Sinaga, dalam keterangan tertulisnya. 

Di 2014 ini, Telkomsel menargetkan layanan digitalnya yang terdiri dari digital advertising, digital lifestyle, digital payment dan perbankan, serta digital SME solutions untuk dapat berkontribusi sebesar 24% dari pendapatan perusahaan. 

Belum lama ini, Telkomsel pun mengumumkan aplikasi Telkomsel Bola Samba, terkait dengan Piala Dunia 2014. Telkomsel memiliki lisensi resmi “The Official Mobile Broadcaster of the 2014 FIFA World Cup” di Indonesia. 

“Untuk menuju sepenuhnya menjadi digital company dan dalam upaya memimpin industri selular Indonesia di era digital kami siap mengimplementasikan teknologi selular generasi terkini, memperkuat broadband dan akses internet serta akselerasi layanan digital. Ekosistem DNA (Digital, Network, and Application) juga perlu dibangun untuk mendorong terciptanya masyarakat digital Indonesia, di antaranya dengan menggandeng developer lokal”, jelas Alex.

Di sisi lain, Telkomsel juga mengaku menyiapkan infrastrukturnya. Beberapa data yang disampaikan termasuk pembangunan 300 broadband city, 76 ribu BTS di seluruh Indonesia hingga jumla pelanggan yang mencapai lebih dari 135 juta. 

Ulang Tahun ke-19 Telkomsel jatuh tepat pada 26 Mei 2014. Namun, rangkaian acara untuk menyambutnya telah dilakukan sejak "Telkomsel Digi Expo", program undian  “Semarak 19 ulang tahun Telkomsel”, LOOP Soccer Fun Festival di 12 kota. Sedangkan puncaknya akan dilakukan pada minggu kedua Juni 2014.
Read More

Layanan Digital XL Incar Bisnis UKM

JAKARTA, KOMPAS.com - XL Axiata sedang gencar memperluas bisnisnya dengan menawarkan layanan digital di tahun 2014 ini. Perusahaan telekomunikasi tersebut kini mengincar segmen usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak di industri kreatif untuk menggunakan layanan digitalnya.

Saat ini layanan digital XL menawarkan layanan iklan digital di perangkat mobile (M-Ads),machine-to-machine (M2M), dan komputasi awan (XCloud).

Direktur Digital Services XL, Dian Siswarini mengatakan, pihaknya berusaha memberi dukungan kepada industri kreatif yang dilakoni UKM, karena industri tersebut dinilai mengalami pertumbuhan signifikan.

"Dari mereka kita berharap ada pertumbuhan industri lokal yang signifikan di tahun-tahun ke depan sehingga dapat memperkokoh ketahanan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat daya saing industri lokal dari gempuran produk luar negeri,” kata Dian.

Hingga saat ini bisnis M2M dari XL diklaim mengalami perkembangan yang signifikan, jumlah koneksinya mencapai 442.000 koneksi. EDC (Electronic Data Capture) tetap mendominasi koneksi M2M di XL lalu disusul oleh pengguna AMR (Automated Meter Reading). 

Sementara untuk layanan M-Ads, XL mengklaim kini sudah ada sekitar 500 UKM yang memanfaatkan layanan tersebut. Di tahun 2014, perusahaan berharap M-Ads dapat digunakan oleh lebih dari 1.500 UKM dari sektor industri kreatif.

M-Ads dari XL ini menyediakan layanan berbasis lokasi yang dapat melacak keberadaan pelanggan XL dan bersifat sangat lokal. Promosi berbasis lokasi ini dilakukan dengan memanfaatkan jalur SMS dan MMS sebagai media penyampaiannya.

Tim M-Ads ini tidak hanya berlokasi di Jabodetabek dan Banten saja. XL telah memperbanyak sumber daya karyawan dalam tim layanan digital di lima wilayah regional, yang meliputi Sumatera dan kepulauan, Jawa Barat-Jawa Tengah-DIY, Jawa Timur-Bali-Nusa Tenggara, serta Kalimantan-Sulawesi-dan Kawasan Timur Indonesia.
Read More

Friday, March 20, 2015

Aplikasi Banjir Jakarta Berlaga di Tingkat Dunia

KOMPAS.com -- Siaga Banjir merupakan aplikasi peringatan dini yang diharapkan dapat meminimalkan dampak banjir pada warga. Aplikasi ini dapat digunakan oleh warga Jakarta untuk memantau ketinggian dan status pintu air yang berpengaruh pada Jakarta.

Bukan hanya itu, pengguna aplikasi ini bisa memasukkan lokasi tertentu (misalnya alamat rumah, kantor, atau sekolah), lalu memantau status pintu air yang berpengaruh pada lokasi tersebut. Hal ini diharapkan bisa menjadi informasi penting bagi warga untuk melakukan langkah pencegahan.

"Data yang digunakan dalam Siaga Banjir bersumber dari data publik yang ditampilkan pada halaman resmi beberapa dinas terkait, seperti contohnya halaman Pusdalops BPBD DKI Jakarta yang menampilkan status pintu air di Jakarta," kata Fauzan Helmi Sudaryanto, pengembang aplikasi ini.

Aplikasi Siaga Banjir dikembangkan oleh Tim Kawung Labs, Universitas Indonesia, yang terdiri dari Fauzan Helmi Sudaryanto, Enreina Annisa Rizkiasri, dan Riska Fadilla. Aplikasi ini telah tersedia di Google Play Store melalui tautan: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.siagabanjir.

Aplikasi untuk Android ini sedang berkompetisi di Code for Resilience, sebuah kompetisi global yang diadakan Bank Dunia (Global Facility for Disaster Reduction and Recovery/GFDRR).

Siaga Banjir bersaing dengan berbagai aplikasi dari seluruh dunia untuk mendapatkan kesempatan berlaga di ajang final Code for Resilience. Untuk memberikan dukungan pada aplikasi karya anak bangsa ini, kunjungi http://siagabanjir.org/dukung dan klik tweet button pada halaman tersebut sebelum 17 Mei 2014.
Read More

Thursday, March 19, 2015

Sebar Balon Internet, Google Rangkul Operator

KOMPAS.com - Google punya proyek besar bernama Project Loon yang menyebarkan jaringan internet dengan balon udara di daerah-daerah terpencil. Namun, ambisi itu nampaknya tak berjalan lancar sehingga Google harus menjalin kerja sama dengan perusahaan operator telekomunikasi.

Google dilaporkan tidak mendapatkan izin oleh regulator di beberapa negara dalam mendapatkan izin pemakaian spektrum frekuensi. Mereka hanya diizinkan memanfaatkan spektrum frekuensi yang dimiliki perusahaan telekomunikasi.

Google nampaknya akan menyewakan balon udaranya kepada operator telekomunikasi di masing-masing negara. Menurut Astro Teller yang memimpin laboratorium penelitian Google X, langkah tersebut bisa menjadi jalan keluar yang tepat.

"Itu benar-benar membuat Anda merasa jauh lebih nyaman, karena saya (Google) tidak menyerang negara Anda atau saya merebut pelanggan Anda. Jadi, sekarang Anda dan saya bisa menjadi teman baik, dan kami bahkan tidak perlu membeli spektrum," ujar Teller seperti dikutip dari The Verge.

Google telah melakukan uji coba menyebarkan internet dengan balon udara pada 15 Juni 2013 di wilayah Christchurh, Selandia Baru.

Balon-balon udara ini dilengkapi dengan peralatan elektronik bertenaga surya dan diterbangkan ke lapisan stratosfer pada ketinggian 20 km atau dua kali ketinggian terbang pesawat, tapi masih berada jauh di bawah jalur orbit satelit. 

Dari sana, balon-balon Google akan tersambung ke menara internet service provider(ISP) di darat. Sinyal akan diteruskan ke balon-balon lain yang sama-sama terbang di langit dan berada dalam jangkauan.

Nah, sambungan internet ini kemudian dipancarkan oleh tiap-tiap balon ke permukaan bumi secara nirkabel dan bisa ditangkap dengan menggunakan perangkat penerima khusus.
Read More

XL Umbar Diskon BlackBerry Z3 Jakarta

KOMPAS.com — Operator telekomunikasi XL Axiata sejak 28 April hingga 12 Mei 2014 membuka pesanan ponsel pintar BlackBerry Z3. Bukan hanya BlackBerry Z3 versi biasa, XL juga menjual BlackBerry Z3 Edisi Jakarta yang mengusung desain teks "Jakarta" di panel belakang ponsel.
 
BlackBerry Z3 sejatinya dijual seharga Rp 2.199.000. Jika konsumen membelinya pada masa pemesanan, XL memberi potongan harga senilai Rp 550.000 hingga Rp 880.000 dengan memilih paket tertentu dan bertransaksi dengan kartu kredit tertentu. Selengkapnya bisa dilihat di tautan ini.

XL membundel kartu SIM serta layanan seluler dan data (internet) pada pembelian BlackBerry Z3. Perusahaan itu menjanjikan paket data kecepatan 3G dengan kuota 72 GB selama setahun untuk bundel layanan pascabayar. Sementara itu, untuk bundel layanan prabayar, XL menjanjikan paket data 3G sebesar 4,5 GB selama 3 bulan.
 
Setelah masa pemesanan berakhir, konsumen dapat mengambilnya pada 14 Mei di gerai Xplor Senayan City, Jakarta, atau bisa juga dikirim ke rumah.
 
BlackBerry Z3 akan hadir dengan desain layar sentuh penuh berukuran 5 inci. Layar tersebut mendukung resolusi qHD (960 x 540 piksel). Perangkat ini berjalan dengan sistem operasi BlackBerry 10.2.1 yang memungkinkan pengguna memasang aplikasi Android berformat ".APK."
 
Dapur pacunya ditenagai oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 400 1,2 GHz dual-coreCortex-A7, RAM 1,5 GB, serta memori internal berkapasitas 8 GB yang dapat diperluas dengan memori eksternal MicroSD.
 
Di bagian belakangnya terdapat kamera 5 megapiksel. Sementara itu, di bagian depan terdapat kamera 1,1 megapiksel. BlackBerry juga membenamkan fitur radio FM di ponsel ini.
 
BlackBerry Z3 merupakan ponsel pertama BlackBerry yang dirakit oleh pemanufaktur Foxconn, setelah pada 2013 lalu keduanya mengumumkan kemitraan untuk lima tahun ke depan.
Editor: Reza Wahyudi
Read More

Wednesday, March 18, 2015

Nokia Resmi Tak Buat Ponsel Lagi

KOMPAS.com - Hari Jumat, 25 April 2014, Microsoft resmi merampungkan pembelian atas unit bisnis ponsel dan layanan Nokia dalam perjanjian akuisisi bernilai 7,2 miliar dollar AS.

Pertama kali diumumkan pada September 2013 proses akuisisi sempat terhambat masalah regulasi sehingga tidak dapat diselesaikan lebih awal sebelum akhirnya disetujui oleh agensi pemerintahan di seluruh dunia. 

"Hari ini kami menyambut bisnis perangkat keras dan layanan Nokia ke Keluarga kami. Kemampuan mobile dan aset yang mereka bawa akan melanjutkan transformasi kami," ujar CEO Microsoft Satya Nadella yang dikutip oleh BBC.

Dua unit bisnis Nokia tersebut dinamai ulang menjadi Microsoft Mobile Oy dan dioperasikan sebagai anak perusahaan terpisah. "Oy" merupakan kata dalam bahasa Finlandia (Osakeyhtiƶ) yang merujuk pada sebuah perusahaan yang sahamnya tidak dimiliki publik, seperti "Ltd" alias "Limited" dalam Bahasa Inggris.

Rampungnya proses akuisisi itu menandai berakhirnya kiprah Nokia sebagai produsen telepon genggam setelah sebelumnya sempat mendominasi pasar selama lebih dari satu dekade. 

Masih belum diketahui apakah Microsoft akan tetap mempertahankan brand Nokia dan Lumia pada ponsel yang diproduksi setelah proses akuisisi. Pihak Microsoft mengatakan bahwa  keputusan soal itu akan dibuat di kemudian hari.

Nokia sendiri akan melanjutkan hidup sebagai perusahaan yang berkonsentrasi di tiga area bisnis: insfrastruktur networking (NSN), layanan peta (HERE maps) serta Advanced Technologies (pengembangan dan lisensi teknologi).

Jadi pabrikan besar

The Verge mencatat bahwa Microsoft turut memboyong karyawan Nokia sebanyak 25.000 orang, lebih sedikit dari angka 32.000 yang dicanangkan sebelumnya.

Produsen Windows itu sekaligus menjelma jadi raksasa pabrikan ponsel (melalui unit bisnis Nokia yang dibeli) dengan angka pengkapalan tahunan mencapai lebih dari 250 juta handset, terbanyak kedua setelah Samsung.

Dari jumlah tersebut, hanya 30 juta ponsel yang berbasis Windows Phone (Lumia) bikinan Microsoft. Sisanya merupakan feature phone seri Asha dan Android Nokia X. Microsoft kini harus memikirkan manajemen semua perangkat yang tidak menjalankan Windows Phone itu.

Di sisi lain, pembelian Microsoft atas Nokia membuat perusahaan tersebut berubah menjadi pabrikan hardware paling dominan di ranah bisnis handset Windows Phone, platform yang dibuatnya sendiri. 

Lini seri smartphone Lumia milik Nokia sejauh ini menguasai 90 persen pangsa pasarhandset Windows Phone. Microsoft pun ditempatkan dalam posisi yang canggung, di mana perusahaan tersebut tengah berusaha memperluas adopsi Windows Phone di kalangan produsen ponsel lain, namun kini juga sekaligus bersaing langsung dengan mereka.
Read More