Tuesday, March 31, 2015

Mobile Broadband di Indonesia Baru 3,5 Persen

KOMPAS.com - Perusahaan layanan cloud, Akamai Technologies Inc, telah merilis laporan berkalanya tentang kondisi internet di berbagai negara. Menurut laporan tersebut, kecepatan internet mobile di Indonesia adalah 2 Mbps.

Dalam penelitiannya tentang internet mobile, Akamai mensurvey sekitar 56 negara di dunia. Indonesia sendiri pada kuartal I 2014 disebut memiliki kecepatan internet mobile rata-rata 2 Mbps. Kecepatan internet mobile tertinggi di Indonesia selama periode tersebut tercatat 10,8 Mbps.

Akamai juga menyertakan statistik adopsi internet mobile broadband (kecepatan internet mobile di atas 4 Mbps) di negara-negara tersebut. Dan ternyata, tingkat adopsi broadband mobile di Indonesia baru sekitar 3,5 persen.

Artinya, dari seluruh pengguna internet mobile di Indonesia (sekitar 61,2 juta, data Emarketer per Maret 2013), baru 3,5 persennya yang memiliki kecepatan di atas 4 Mbps.
Dibandingkan dengan negara lain, Korea Selatan menjadi pemimpin di kawasan Asia. 

Korea Selatan menurut Akamai memiliki kecepatan rata-rata internet mobile sebesar 14,7 Mbps, dengan tingkat penetrasi mobile broadband mencapai 78 persen.

Korea Selatan juga menjadi satu-satunya negara yang memiliki kecepatan rata-rata internet mobile di atas 10 Mbps saat ini.

Vietnam menjadi negara di Asia dengan kecepatan rata-rata internet mobile paling rendah, yaitu 1,1 Mbps dan penetrasi broadband 0,1 persen.

Seperti tahun lalu, Akamai juga menyertakan laporan perkembangan lalu-lintas data mobile yang dilakukan oleh Ericsson.

Dalam penelitian di 180 negara dan 1.000 jaringan seluler, menunjukkan bahwa lalu-lintas data tumbuh pesat sementara suara cenderung stagnan. Menurut Ericsson, volume lalu-lintas data mobile tumbuh 15 persen, kuartal demi kuartal.
Laporan lengkap tentang kondisi internet yang dibuat oleh Akamai bisa dibaca dengan mengunjungi tautan berikut ini.
Read More

Monday, March 30, 2015

Google Tertarik ikut Proyek Kabel Laut

KOMPAS.com - Google sedang mempertimbangkan investasi baru di bidang kabel laut yang melintasi Samudera Pasifik. Langkah ini akan menguntungkan Google untuk memperlancar dan mengamankan lalu lintas internet ke layanannya.

Seorang sumber yang dekat dengan rencana ini mengatakan kepada The Wall Street Journal, upaya ini dilakukan Google untuk menghubungkan pusat datanya di Oregon, Amerika Serikat, menuju Jepang.

Google merasa perlu mengamankan informasi penting yang tersimpan di pusat data mereka dan memastikan bahwa pihak di luar jaringannya tidak dapat mengakses informasi perusahaan.

Selama ini, sejumlah jaringan Google masih memanfaatkan jaringan publik, yang memungkinkan beberapa pihak dapat mengakses dan terhubung dengan jaringan-jaringan lain.

The Wall Street Journal melaporkan, sebelumnya Google pernah berinvestasi sebesar 300 juta dollar AS untuk ikut dalam proyek pembangunan kabel laut tahun 2010.
Read More

Amazon Lawan Dominasi Smartphone Samsung dan Apple

KOMPAS.com - Perusahaan e-commerce Amazon asal Amerika Serikat, sukses menjual komputer tablet Kindle Fire untuk pasar Amerika Serikat. Kini, mereka ingin menghadang dominasi ponsel Samsung Galaxy dan Apple iPhone melalui produk baru Fire Phone.

Fire Phone ditujukan untuk segmen pasar menengah ke atas. Saat ini, ia akan bersaing dengan iPhone 5s dan ponsel pintar berbasis Android kelas atas, antara lain Samsung Galaxy S5, Sony Xperia Z2, dan HTC One M8.

Fire Phone mengusung layar seluas 4,7 inci dengan resolusi 720p, prosesor dari Qualcomm, unit prosesor grafis Adreno 330, dan RAM 2GB.

Dari sisi sistem operasi, Fire Phone berjalan dengan Fire OS 3.5. Sejatinya, sistem operasi ini berbasis Android namun telah dimodifikasi oleh Amazon sehingga dapat menghadirkan sejumlah fitur yang tidak ada di ponsel Android lainnya.

Kelebihan utama produk ini terletak pada unit kamera dan integrasi dengan aplikasi dan konten digital yang disediakan Amazon.

Dalam sebuah jumpa pers di Seattle, Amerika Serikat, Rabu (18/6/2014), CEO Amazon Jeff Bezos, menjanjikan kualitas foto Fire Phone lebih baik dari iPhone 5s dan Galaxy S5. Kamera belakang Fire Phone dibekali sensor 13 megapixel dengan lensa f/2.0 dan optik untuk menstabilkan gambar. Amazon menyediakan tombol rana di sisi samping ponsel, untuk memudahkan pengambilan gambar.

Di sekitar layar terdapat empat unit kamera menghadap depan dan diletakkan di setiap sudut ponsel. Bezos mengatakan empat kamera ini berfungsi untuk membuat perspektif dinamis hingga melacak kepala pengguna.

Ia memperlihatkan bagaimana empat kamera depan itu bekerja. Ketika membuka fitur Maps, dan mencari sebuah restoran, perspektif peta digital berubah setiap kali ponsel dimiringkan.

Fire Phone juga dirancang untuk mendukung ekosistem yang selama ini dibangun Amazon. Di sana terdapat toko aplikasi Amazon Appstore, hingga fitur untuk menikmati konten musik, video, dan buku digital di Amazon.

Ponsel ini dapat mencocokan gambar atau konten lagu ke database katalog produk Amazon. Misalnya, jika pengguna memotret sebuah buku lalu buku itu tersedia di situs e-commerce, ia akan menawarkan pengguna untuk membelinya secara online.

Fire Phone mulai dijual pada 25 Juli 2014 di Amerika Serikat dengan harga 649 dollar AS tanpa kontrak, sementara untuk sistem kontrak dihargai 200 dollar AS. Amazon belum mengumumkan ketersediaan produk ini di negara lainnya.

Jika Amazon sungguh ingin menghadang Apple dan Samsung, mereka harus memperluas ketersediaan produk ini di negara lainnya.

Samsung saat ini menjadi pemimpin di industri ponsel pintar. Menurut data lembaga riset IDC, Samsung mengirimkan 85 juta unit ponsel pintar ke seluruh dunia atau menguasai 30,2 persen pangsa pasar pada kuartal pertama 2014. 

Di posisi kedua ditempati oleh Apple yang mengirimkan 43,7 juta unit ponsel pintar atau menguasai 15,5 persen pangsa pasar pada kuartal pertama 2014. Posisi ketiga hingga lima diduduki oleh Huawei, Lenovo, dan LG.
Read More

Gelar 4G LTE, XL Tinggal Tunggu "Komando"

KOMPAS.com - Regulasi tentang 4G LTE untuk operator berlisensi GSM dan CDMA memang belum ditetapkan oleh pemerintah, namun XL Axiata menyatakan sudah siap menggelar jaringan internet berkecepatan tinggi itu dan tinggal menunggu "komando" dari pemerintah.

“Kalau pemerintah mengeluarkan lisensi LTE hari ini, maka hari ini juga bisa kita hidupkan. Kita sudah siap,” ujar Vice President Project Management XL Axiata Agus Simorangkir saat membawakan presentasi hasil uji jaringan XL Net Rally 2014 di Yogyakarta, Kamis lalu.

Agus menyatakan pihaknya memang sudah menyiapkan jaringan 4G LTE di sejumlah lokasi di Indonesia. 

Dia mencontohkan Bali, tempat XL bersama sejumlah operator seluler lain sempat menggelar uji luar ruangan jaringan LTE pada KTT APEC, Oktober 2013 lalu. Namun, Agus tidak merinci di wilayah mana saja XL siap menggelar jaringan LTE.  

Agus mengatakan XL sedang menunggu keputusan pemerintah soal spektrum frekuensi mana yang hendak dipakai untuk penerapan teknologi LTE. 

XL sendiri mengantongi izin penggunaan frekuensi 1.800 MHz dan 2.100 MHz. Menurut Agus, frekuensi 1.800 MHz memiliki ekosistem yang besar di dunia untuk menggelar 4G LTE.

Setelah selesai melakukan akuisisi dan merger dengan Axis pada April lau, XL memiliki alokasi frekuensi 22,5 MHz di spektrum frekuensi 1.800 MHz. Alokasi frekuensi tersebut cukup ideal untuk menggelar 4G LTE. Sebelumnya mengakuisisi Axis, XL hanya memiliki alokasi frekuensi 7,5 MHz di spektrum 1.800 MHz.

Agus melanjutkan, bahwa pihak International Telecomunication Union (ITU) merekomendasikan frekuensi 700 MHz untuk menggelar 4G LTE. Namun, di Indonesia, frekuensi tersebut masih dipakai untuk siaran televisi analog sehingga tak tersedia untuk menggelar jaringan LTE.

“Kita sih berharap ada frekuensi tambahan, tapi kalau tidak ya teknologi netral. Jadi, frekuensi berapa saja bisa digunakan untuk LTE, tergantung sumber daya yang dimiliki operator,” pungkas Agus.
Read More

Telkomsel Siap Gelar 4G LTE di 5 Kota

SURABAYA, KOMPAS.com - Meskipun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) belum membuat aturan main soal penyelenggaraan 4G LTE, namun sejumlah perusahaan telekomunikasi telah menyatakan siap menggelar jaringan mobile generasi keempat itu, termasuk Telkomsel.

Dari sisi infrastruktur, sejumlah base transceiver station (BTS) Telkomsel di kota-kota besar sudah mendukung 4G LTE.

Direktur Penjualan Telkomsel, Mas'ud Khamid mengatakan, pihaknya bakal mengkomersialkan 4G LTE di 5 kota besar di Indonesia jika Kemenkominfo selesai membuat aturan mainnya. Namun, ia belum mau mengungkapkan kota mana saja yang diincar.

"Yang jelas kami sudah incar 5 kota, tapi tidak bisa diungkap sekarang, nanti ketahuan sama kompetitor. Yang jelas 5 kota ini trafik datanya (internet) terbilang tinggi," ucap Mas'ud usai jumpa pers di Surabaya, Selasa (10/6/2014).

Bukan hanya Telkomsel, operator telekomunikasi lain seperti Indosat, XL Axiata, Tri, dan Smartfren, juga menyatakan siap beralih ke LTE. Tri merekomendasikan LTE digelar di spektrum frekuensi 1.800MHz.

Para petinggi operator telekomunikasi meminta agar pemerintah memerhatikan ekosistem 4G LTE yang populer dipakai, termasuk soal spektrum frekuensi dan ketersediaan perangkat ponsel yang banyak tersedia. 

Sejauh ini, spektrum frekuensi 700MHz, 1.800MHz, 2.100MHz, dan 2.300MHz, terbilang favorit untuk menggelar LTE.

Direktur Jaringan Telkomsel Abdus Somad, menambahkan, hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemilihan teknologi 4G LTE. "Saya pikir FDD (Frequency Division Duplexing) LTE adalah teknologi yang ekosistemnya sangat besar di dunia, jadi kita bisa adopsi itu," tuturnya.

Hingga kini Kemenkominfo masih menyusun regulasi penyelenggaraan LTE bagi operator berlisensi GSM dan CDMA. Pemerintah berencana memanfaatkan teknologi netral, yang berartI jaringan 4G LTE bisa digunakan pada spektrum frekuensi apa saja yang tersedia dan dimiliki oleh sebuah perusahaan telekomunikasi.
Read More

Temple Run Tembus 1 Miliar Unduhan

KOMPAS.com - Game "lari tanpa henti" Temple Run ternyata telah menembus 1 miliar unduhan. Hal itu diumumkan oleh pengembangnya, Imangi Studios. 

Seperti diberitakan oleh TheVerge, angka 1 miliar unduhan itu mencakup Temple Run dan sekuelnya, Temple Run 2.

Jika digabungkan, seluruh pemain di Temple Run di seluruh dunia telah berlari sepanjang 50 trilyun meter. Jumlah permainan yang dimainkan mencapai lebih dari 32 miliar kali. 

Sukses Temple Run di smartphone menjadi momentum untuk berbagai game di genre endless runner alias "lari tanpa henti". Ini adalah jenis game di mana pemain hanya mengendalikan gerakan seperti berganti jalur ke kiri dan ke kanan atau melompat, sedangkan tokohnya berlari tanpa henti sepanjang game. 

Imangi Studios mengungkap beberapa hal menarik dari game tersebut. Misalnya, game itu ternyata lebih banyak dimainkan oleh perempuan (60 persen). Temple Run juga disebut paling banyak diunduh di Tiongkok (36 persen), menyusul kemudian Amerika Serikat (21 persen). 

Selain dua game Temple Run, Imangi juga merilis game untuk Disney (Brave dan Wizard of Oz) yang mengadopsi permainan Temple Run. 

Keith Shepherd, pendiri Imangi Studios, mengatakan pihaknya saat ini sedang mengembangkan game lain di luar genre endless runner. Namun ia tak menutup kemungkinan akan hadirnya game Temple Run 3.
Read More

Friday, March 27, 2015

Google Siapkan Rp 11 Triliun untuk Satelit

KOMPAS.com — Google dilaporkan bakal menyiapkan dana lebih dari 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 11,7 triliun) untuk menyediakan satelit yang bisa menghadirkan akses internet ke wilayah-wilayah dunia yang belum terjangkau internet. 

Bahkan, seperti dilaporkan Wall Street Journal, angka itu bisa membengkak hingga 3 miliar dollar AS. 

Proyek akses internet global itu dikatakan akan dimulai dengan 180 satelit kecil dengan kapasitas internet tinggi yang mengorbit bumi di ketinggian rendah, lebih rendah dari umumnya orbit satelit. 

Sebelumnya, Google pernah mengumumkan proyek pengadaan akses internet menggunakan balon udara. 

Salah satu indikasi kesiapan Google untuk "bermain" satelit adalah masuknya Brian Holtz dan Dave Bettinger ke perusahaan raksasa itu. Keduanya dikenal memiliki latar belakang di perusahaan satelit komunikasi.

Upaya untuk mencapai penduduk dunia yang masih "miskin internet" itu juga konon dilakukan oleh Facebook. Dilaporkan pula bahwa Facebook melakukan hal serupa dengan memanfaatkan pesawat tanpa awak (drone), satelit, dan teknologi laser. 

Baik Google maupun Facebook tak bisa dibilang sekadar dermawan dalam upaya-upayanya ini. Ujung-ujungnya, apalagi kalau bukan untuk mendapatkan pemasukan tambahan dari iklan?
Read More

Saturday, March 21, 2015

Telkomsel Targetkan 24 Persen Pendapatan dari Digital

KOMPAS.com - Memasuki tahun ke-19, Telkomsel mengambil tema ulang tahun "Wujudkan Masa Depan Penuh Warna". Perusahaan operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia itu berharap bisa lebih kuat lagi di layanan digital. 

“Sejak pertama kali melayani indonesia 19 tahun yang lalu dari Sabang sampai Merauke, Telkomsel selalu tampil terdepan dalam kemajuan teknologi selular tanah air dengan ragam layanannya, mulai dari voice, sms, hingga broadband, dan kini layanan digital," kata Direktur Utama Telkomsel, Alex J. Sinaga, dalam keterangan tertulisnya. 

Di 2014 ini, Telkomsel menargetkan layanan digitalnya yang terdiri dari digital advertising, digital lifestyle, digital payment dan perbankan, serta digital SME solutions untuk dapat berkontribusi sebesar 24% dari pendapatan perusahaan. 

Belum lama ini, Telkomsel pun mengumumkan aplikasi Telkomsel Bola Samba, terkait dengan Piala Dunia 2014. Telkomsel memiliki lisensi resmi “The Official Mobile Broadcaster of the 2014 FIFA World Cup” di Indonesia. 

“Untuk menuju sepenuhnya menjadi digital company dan dalam upaya memimpin industri selular Indonesia di era digital kami siap mengimplementasikan teknologi selular generasi terkini, memperkuat broadband dan akses internet serta akselerasi layanan digital. Ekosistem DNA (Digital, Network, and Application) juga perlu dibangun untuk mendorong terciptanya masyarakat digital Indonesia, di antaranya dengan menggandeng developer lokal”, jelas Alex.

Di sisi lain, Telkomsel juga mengaku menyiapkan infrastrukturnya. Beberapa data yang disampaikan termasuk pembangunan 300 broadband city, 76 ribu BTS di seluruh Indonesia hingga jumla pelanggan yang mencapai lebih dari 135 juta. 

Ulang Tahun ke-19 Telkomsel jatuh tepat pada 26 Mei 2014. Namun, rangkaian acara untuk menyambutnya telah dilakukan sejak "Telkomsel Digi Expo", program undian  “Semarak 19 ulang tahun Telkomsel”, LOOP Soccer Fun Festival di 12 kota. Sedangkan puncaknya akan dilakukan pada minggu kedua Juni 2014.
Read More

Layanan Digital XL Incar Bisnis UKM

JAKARTA, KOMPAS.com - XL Axiata sedang gencar memperluas bisnisnya dengan menawarkan layanan digital di tahun 2014 ini. Perusahaan telekomunikasi tersebut kini mengincar segmen usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak di industri kreatif untuk menggunakan layanan digitalnya.

Saat ini layanan digital XL menawarkan layanan iklan digital di perangkat mobile (M-Ads),machine-to-machine (M2M), dan komputasi awan (XCloud).

Direktur Digital Services XL, Dian Siswarini mengatakan, pihaknya berusaha memberi dukungan kepada industri kreatif yang dilakoni UKM, karena industri tersebut dinilai mengalami pertumbuhan signifikan.

"Dari mereka kita berharap ada pertumbuhan industri lokal yang signifikan di tahun-tahun ke depan sehingga dapat memperkokoh ketahanan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat daya saing industri lokal dari gempuran produk luar negeri,” kata Dian.

Hingga saat ini bisnis M2M dari XL diklaim mengalami perkembangan yang signifikan, jumlah koneksinya mencapai 442.000 koneksi. EDC (Electronic Data Capture) tetap mendominasi koneksi M2M di XL lalu disusul oleh pengguna AMR (Automated Meter Reading). 

Sementara untuk layanan M-Ads, XL mengklaim kini sudah ada sekitar 500 UKM yang memanfaatkan layanan tersebut. Di tahun 2014, perusahaan berharap M-Ads dapat digunakan oleh lebih dari 1.500 UKM dari sektor industri kreatif.

M-Ads dari XL ini menyediakan layanan berbasis lokasi yang dapat melacak keberadaan pelanggan XL dan bersifat sangat lokal. Promosi berbasis lokasi ini dilakukan dengan memanfaatkan jalur SMS dan MMS sebagai media penyampaiannya.

Tim M-Ads ini tidak hanya berlokasi di Jabodetabek dan Banten saja. XL telah memperbanyak sumber daya karyawan dalam tim layanan digital di lima wilayah regional, yang meliputi Sumatera dan kepulauan, Jawa Barat-Jawa Tengah-DIY, Jawa Timur-Bali-Nusa Tenggara, serta Kalimantan-Sulawesi-dan Kawasan Timur Indonesia.
Read More

Friday, March 20, 2015

Aplikasi Banjir Jakarta Berlaga di Tingkat Dunia

KOMPAS.com -- Siaga Banjir merupakan aplikasi peringatan dini yang diharapkan dapat meminimalkan dampak banjir pada warga. Aplikasi ini dapat digunakan oleh warga Jakarta untuk memantau ketinggian dan status pintu air yang berpengaruh pada Jakarta.

Bukan hanya itu, pengguna aplikasi ini bisa memasukkan lokasi tertentu (misalnya alamat rumah, kantor, atau sekolah), lalu memantau status pintu air yang berpengaruh pada lokasi tersebut. Hal ini diharapkan bisa menjadi informasi penting bagi warga untuk melakukan langkah pencegahan.

"Data yang digunakan dalam Siaga Banjir bersumber dari data publik yang ditampilkan pada halaman resmi beberapa dinas terkait, seperti contohnya halaman Pusdalops BPBD DKI Jakarta yang menampilkan status pintu air di Jakarta," kata Fauzan Helmi Sudaryanto, pengembang aplikasi ini.

Aplikasi Siaga Banjir dikembangkan oleh Tim Kawung Labs, Universitas Indonesia, yang terdiri dari Fauzan Helmi Sudaryanto, Enreina Annisa Rizkiasri, dan Riska Fadilla. Aplikasi ini telah tersedia di Google Play Store melalui tautan: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.siagabanjir.

Aplikasi untuk Android ini sedang berkompetisi di Code for Resilience, sebuah kompetisi global yang diadakan Bank Dunia (Global Facility for Disaster Reduction and Recovery/GFDRR).

Siaga Banjir bersaing dengan berbagai aplikasi dari seluruh dunia untuk mendapatkan kesempatan berlaga di ajang final Code for Resilience. Untuk memberikan dukungan pada aplikasi karya anak bangsa ini, kunjungi http://siagabanjir.org/dukung dan klik tweet button pada halaman tersebut sebelum 17 Mei 2014.
Read More

Thursday, March 19, 2015

Sebar Balon Internet, Google Rangkul Operator

KOMPAS.com - Google punya proyek besar bernama Project Loon yang menyebarkan jaringan internet dengan balon udara di daerah-daerah terpencil. Namun, ambisi itu nampaknya tak berjalan lancar sehingga Google harus menjalin kerja sama dengan perusahaan operator telekomunikasi.

Google dilaporkan tidak mendapatkan izin oleh regulator di beberapa negara dalam mendapatkan izin pemakaian spektrum frekuensi. Mereka hanya diizinkan memanfaatkan spektrum frekuensi yang dimiliki perusahaan telekomunikasi.

Google nampaknya akan menyewakan balon udaranya kepada operator telekomunikasi di masing-masing negara. Menurut Astro Teller yang memimpin laboratorium penelitian Google X, langkah tersebut bisa menjadi jalan keluar yang tepat.

"Itu benar-benar membuat Anda merasa jauh lebih nyaman, karena saya (Google) tidak menyerang negara Anda atau saya merebut pelanggan Anda. Jadi, sekarang Anda dan saya bisa menjadi teman baik, dan kami bahkan tidak perlu membeli spektrum," ujar Teller seperti dikutip dari The Verge.

Google telah melakukan uji coba menyebarkan internet dengan balon udara pada 15 Juni 2013 di wilayah Christchurh, Selandia Baru.

Balon-balon udara ini dilengkapi dengan peralatan elektronik bertenaga surya dan diterbangkan ke lapisan stratosfer pada ketinggian 20 km atau dua kali ketinggian terbang pesawat, tapi masih berada jauh di bawah jalur orbit satelit. 

Dari sana, balon-balon Google akan tersambung ke menara internet service provider(ISP) di darat. Sinyal akan diteruskan ke balon-balon lain yang sama-sama terbang di langit dan berada dalam jangkauan.

Nah, sambungan internet ini kemudian dipancarkan oleh tiap-tiap balon ke permukaan bumi secara nirkabel dan bisa ditangkap dengan menggunakan perangkat penerima khusus.
Read More

XL Umbar Diskon BlackBerry Z3 Jakarta

KOMPAS.com — Operator telekomunikasi XL Axiata sejak 28 April hingga 12 Mei 2014 membuka pesanan ponsel pintar BlackBerry Z3. Bukan hanya BlackBerry Z3 versi biasa, XL juga menjual BlackBerry Z3 Edisi Jakarta yang mengusung desain teks "Jakarta" di panel belakang ponsel.
 
BlackBerry Z3 sejatinya dijual seharga Rp 2.199.000. Jika konsumen membelinya pada masa pemesanan, XL memberi potongan harga senilai Rp 550.000 hingga Rp 880.000 dengan memilih paket tertentu dan bertransaksi dengan kartu kredit tertentu. Selengkapnya bisa dilihat di tautan ini.

XL membundel kartu SIM serta layanan seluler dan data (internet) pada pembelian BlackBerry Z3. Perusahaan itu menjanjikan paket data kecepatan 3G dengan kuota 72 GB selama setahun untuk bundel layanan pascabayar. Sementara itu, untuk bundel layanan prabayar, XL menjanjikan paket data 3G sebesar 4,5 GB selama 3 bulan.
 
Setelah masa pemesanan berakhir, konsumen dapat mengambilnya pada 14 Mei di gerai Xplor Senayan City, Jakarta, atau bisa juga dikirim ke rumah.
 
BlackBerry Z3 akan hadir dengan desain layar sentuh penuh berukuran 5 inci. Layar tersebut mendukung resolusi qHD (960 x 540 piksel). Perangkat ini berjalan dengan sistem operasi BlackBerry 10.2.1 yang memungkinkan pengguna memasang aplikasi Android berformat ".APK."
 
Dapur pacunya ditenagai oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 400 1,2 GHz dual-coreCortex-A7, RAM 1,5 GB, serta memori internal berkapasitas 8 GB yang dapat diperluas dengan memori eksternal MicroSD.
 
Di bagian belakangnya terdapat kamera 5 megapiksel. Sementara itu, di bagian depan terdapat kamera 1,1 megapiksel. BlackBerry juga membenamkan fitur radio FM di ponsel ini.
 
BlackBerry Z3 merupakan ponsel pertama BlackBerry yang dirakit oleh pemanufaktur Foxconn, setelah pada 2013 lalu keduanya mengumumkan kemitraan untuk lima tahun ke depan.
Editor: Reza Wahyudi
Read More

Wednesday, March 18, 2015

Nokia Resmi Tak Buat Ponsel Lagi

KOMPAS.com - Hari Jumat, 25 April 2014, Microsoft resmi merampungkan pembelian atas unit bisnis ponsel dan layanan Nokia dalam perjanjian akuisisi bernilai 7,2 miliar dollar AS.

Pertama kali diumumkan pada September 2013 proses akuisisi sempat terhambat masalah regulasi sehingga tidak dapat diselesaikan lebih awal sebelum akhirnya disetujui oleh agensi pemerintahan di seluruh dunia. 

"Hari ini kami menyambut bisnis perangkat keras dan layanan Nokia ke Keluarga kami. Kemampuan mobile dan aset yang mereka bawa akan melanjutkan transformasi kami," ujar CEO Microsoft Satya Nadella yang dikutip oleh BBC.

Dua unit bisnis Nokia tersebut dinamai ulang menjadi Microsoft Mobile Oy dan dioperasikan sebagai anak perusahaan terpisah. "Oy" merupakan kata dalam bahasa Finlandia (Osakeyhtiƶ) yang merujuk pada sebuah perusahaan yang sahamnya tidak dimiliki publik, seperti "Ltd" alias "Limited" dalam Bahasa Inggris.

Rampungnya proses akuisisi itu menandai berakhirnya kiprah Nokia sebagai produsen telepon genggam setelah sebelumnya sempat mendominasi pasar selama lebih dari satu dekade. 

Masih belum diketahui apakah Microsoft akan tetap mempertahankan brand Nokia dan Lumia pada ponsel yang diproduksi setelah proses akuisisi. Pihak Microsoft mengatakan bahwa  keputusan soal itu akan dibuat di kemudian hari.

Nokia sendiri akan melanjutkan hidup sebagai perusahaan yang berkonsentrasi di tiga area bisnis: insfrastruktur networking (NSN), layanan peta (HERE maps) serta Advanced Technologies (pengembangan dan lisensi teknologi).

Jadi pabrikan besar

The Verge mencatat bahwa Microsoft turut memboyong karyawan Nokia sebanyak 25.000 orang, lebih sedikit dari angka 32.000 yang dicanangkan sebelumnya.

Produsen Windows itu sekaligus menjelma jadi raksasa pabrikan ponsel (melalui unit bisnis Nokia yang dibeli) dengan angka pengkapalan tahunan mencapai lebih dari 250 juta handset, terbanyak kedua setelah Samsung.

Dari jumlah tersebut, hanya 30 juta ponsel yang berbasis Windows Phone (Lumia) bikinan Microsoft. Sisanya merupakan feature phone seri Asha dan Android Nokia X. Microsoft kini harus memikirkan manajemen semua perangkat yang tidak menjalankan Windows Phone itu.

Di sisi lain, pembelian Microsoft atas Nokia membuat perusahaan tersebut berubah menjadi pabrikan hardware paling dominan di ranah bisnis handset Windows Phone, platform yang dibuatnya sendiri. 

Lini seri smartphone Lumia milik Nokia sejauh ini menguasai 90 persen pangsa pasarhandset Windows Phone. Microsoft pun ditempatkan dalam posisi yang canggung, di mana perusahaan tersebut tengah berusaha memperluas adopsi Windows Phone di kalangan produsen ponsel lain, namun kini juga sekaligus bersaing langsung dengan mereka.
Read More

HTML5 Bunuh Flash dengan Dua "Peluru"

KOMPAS.com - Perdebatan tentang platform video dalam web mana yang akan menjadi standar di masa depan nampaknya akan segera ditentukan tahun ini. Platform Flash yang sudah lama digunakan dalam menampilkan video web harus bersaing dengan pendatang baru, HTML5. Dan nampaknya, Flash harus mengalah.

Kehadiran standar baru HTML5 memang membawa dampak pada platform video Flash. Dalam hal video online, HTML5 disebut lebih canggih karena menawarkan dua "peluru" alias hal yang tak bisa dilakukan oleh Flash, yaitu dukungan di platform mobile dan semantic markup.

1. Platform mobile
Platform mobile yang kian banyak diadopsi juga membuat Flash harus tersingkir. Penjualan PC yang kian menurun, makin banyaknya konsumen yang mengakses konten web termasuk video dari perangkat mobile juga turut andil. Iklan-iklan video kini juga mulai menyasar pengguna mobile.

Sistem operasi Android dan iOS sendiri tidak mendukung Flash di browser mobile-nya. Karena itu Flash lebih banyak digunakan di platform desktop PC. Sementara, menurut Gartner, penjualan PC sendiri sedang mengalami penurunan hingga 10 persen antara tahun 2012-2013.

Pengiklan juga saat ini dihimbau untuk menggunakan HTML5 sebagai standar iklan mobile mereka, agar bisa dijalankan di beragam platform. Hal tersebut terungkap dalam sebuah surat terbuka yang dibuat oleh Interactive Advertising Bureau untuk para pengiklan.
Surat tersebut ditandatangani oleh brand-brand besar, seperti AOL, Conde Nast, Forbes, Google, The New York Times, Time Inc., dan Wall Street Journal.

Selain itu, sebuah laporan Global Benchmark Report yang dibuat oleh lembaga Sizmek, format HTML5 yang lebih mobile friendly disebut sebagai salah satu perubahan penting dalam dunia iklan digital.

Laporan tersebut merupakan hasil dari pantauan 913 juta ad impression di seluruh dunia sepanjang tahun 2013. Hasilnya, tingkat adopsi HTML5 akan meningkat di tahun 2014 karena makin banyak industri kreatif yang menggunakannya sebagai standar, di samping bisa mendukung beragam sistem operasi mobile.

HTML5 dalam industri iklan bukan hanya dimanfaatkan untuk memutar video saja, namun juga memungkinkan pengguna melakukan transaksi. Sementara, situs web berbasis Flash membatasi penggunanya berinteraksi di perangkat mobile.

Walau demikian, pengguna yang ingin mengakses video HTML5 melalui smartphone atau tablet mereka juga mengalami kendala. Pengguna Android mendapatkan notifikasi pesan untuk melihat video dalam versi komputer desktop. Sementara dalam iOS, situs tersebut akan membawa pengguna untuk mengunduh aplikasi agar bisa memutar video tersebut baik dalam iPhone atau iPad.

2. SEO menjadi pembunuh Flash

Platform mobile memang menjadi arena dimana HTML5 lebih unggul dari Flash. Namun masih ada fitur lain yang berada di dalam struktur semantik HTML5 yang sangat penting, khususnya untuk video interaktif, yaitu pencarian yang lebih mudah.

Dalam struktur semantic Interactive Video, programer bisa membuat proyek SEO (search engine optimization) menggunakan HTML5 yang bisa dikenali dengan mudah oleh mesin pencari web.

Sementara jika menggunakan Flash, maka mesin pencari web hanya mendapatkan informasi video Flash-nya saja, tanpa embel-embel informasi tambahan yang terkandung di dalamnya.

Dengan membuat video dalam sebuah struktur semantik, maka web bot akan bisa mengenali lebih banyak klip video dalam satu halaman web. Video tersebut bisa diberi tanda (Tag) dan semua informasi layaknya halaman web standar (H1 tag, meta info, dsb.) sehingga ranking pencariannya tinggi.

Industri game

Makin ditinggalkannya Flash bukan hanya akibat dari iklan mobile saja, namun juga berasal dari industri game. Sebab, HTML5 sedang menuai popularitas di industri ini.

Sekitar 32 persen waktu yang dihabiskan dalam iOS dan Android adalah untuk bermain game. Demikian menurut survei yang dilakukan Digital Buzz.

Developer game bisa menggunakan HTML5 untuk membuat game yang bisa dijalankan di semua perangkat. Sama halnya dengan yang dilakukan Google dengan Google Chrome Experiments yang menawarkan beragam aplikasi dan game dalam browser-nya.
Read More

Pakai Facebook di Android, Waspadai Trojan "Qadars"

KOMPAS.com - Trojan baru ditemukan, kali ini pengguna Facebook di platform sistem operasi mobile, Android menjadi sasaran utamanya. Trojan tersebut bisa membobol metode autentikasi dua langkah yang sering digunakan dalam transaksi mobile banking.

Penemuan trojan baru tersebut pertama kali dikabarkan oleh PC World, Kamis (17/4/2014) setelah mendapat laporan dari lembaga peneliti keamanan internet, ESET. Trojan tersebut diberi nama Qadars, dan bekerja dengan menginjeksi kode JavaScript jahat ke dalam halaman Facebook, yang diakses dari browser yang telah diinfeksi.

Kode JavaScript tersebut menginjeksi kode untuk menampilkan pesan bahwa pengguna harus mengunduh dan meng-instal malware di smartphone Android-nya. Malware tersebut bisa mencuri kode otentikasi transaksi perbankan yang sering dikirim ke ponsel melalui SMS.

Metode webinject seperti ini sudah lama digunakan sebagai modus trojan komputer yang menampilkan formulir registrasi online palsu yang menyasar pengguna online banking. Tujuannya adalah untuk mencuri data-data penting dan informasi finansial dari pengguna.

Webinject juga sudah umum digunakan untuk menampilkan pesan yang memerintahkan pengguna mengunduh dan meng-instal aplikasi-aplikasi berbahaya dalam smartphone-nya, dengan berpura-pura sebagai aplikasi keamanan yang dibutuhkan oleh lembaga perbankan tertentu.

Pada kenyataannya, aplikasi tersebut justru mencuri sejumlah informasi yang dimasukkan pengguna saat bertransaksi online, serta password-password yang dikirim oleh bank melalui SMS.

Jika Anda membuka Facebook dan menjumpai pemberitahuan yang mengharuskan Anda mengunduh aplikasi Android tertentu yang terkait dengan layanan perbankan, ada baiknya Anda menghubungi pihak bank untuk meminta konfirmasi terlebih dahulu.
Read More

Monday, March 16, 2015

Microsoft Minta Bayaran Selangit untuk "Update" Windows XP

KOMPAS.com - Pada 8 April lalu, Microsoft menutup keran dukungan teknis untuk Windows XP yang telah berumur 13 tahun. Riwayat sistem operasi lawas ini secara resmi sudah "tamat".

Walaupun demikian, Windows XP ternyata masih memberi pemasukan untuk Microsoft, bahkan jumlahnya mencapai angka jutaan dollar AS. Bagaimana bisa?

Sebagaimana dilaporkan oleh Business Insider, hal itu terjadi karena Windows XP rupanya masih banyak digunakan oleh kalangan korporat. Persentasenya mencapai 44 persen, menurut data dari perusahaan manajemen perangkat Fiberlink.

Nah, kalangan korporat ini rupanya enggan beralih dari Windows XP dan lebih memilih untuk membayar Microsoft agar menyalurkan dukungan teknis secara eksklusif. 

Raksasa software itu memang menawarkan "custom support contract" agar pelanggan tetap dapat memperoleh update untuk Windows XP yang dipakai di komputer-komputer kantor.

Namun, berbeda dengan update serupa dalam "masa hidup" Windows XP yang disalurkan secara gratis, dukungan lanjutan dari Microsoft ini mesti dibayar mahal, mencapai 200 dollar AS per perangkat untuk tahun pertama. Biaya tahun-tahun berikutnya bahkan lebih mahal lagi. 

Seorang profesional TI menerangkan bahwa Microsoft mengutip 1 juta dollar AS (sekitar Rp 11 miliar) untuk menyalurkan dukungan bagi 5.000 PC di perusahaannya. Angka itu membengkak menjadi 2 juta dollar AS untuk tahun kedua, dan 3 juta dollar AS untuk tahun ketiga.

Toh, banyak yang lebih memilih membayar Microsoft ketimbang melakukan upgrade

Mereka termasuk pemerintah Inggris yang menggelontorkan 9,2 juta dollar AS ke kantong Microsoft untuk support terhadap Windows XP, Office 20013 dan, Exchange 2003 yang dipakai komputer pemerintah di sektor publik. 

Pemerintah Belanda juga membayar jutaan Euro untuk dukungan teknis sekitar 30.000 komputer.

Di Amerika Serikat, dinas pajak Internal Revenue Service (IRS) juga dilaporkan membayar Microsoft untuk urusan update sekitar 58.000 komputer berbasis Windows XP, walau jumlahnya tak sebesar yang lain, yaitu "kurang dari 500.000 dollar AS". Demikian pula dengan bank-bank dari berbagai belahan dunia yang masih memakai Windows XP di mesin-mesin ATM.

Meski mendatangkan uang, hal ini sama sekali bukan kabar baik bagi sistem operasi terbaru Microsoft, Windows 8 yang tak kunjung berhasil memperoleh pangsa pengguna sebesar Windows XP.

Perusahaan-perusahaan yang masih memakai Windows XP perlahan-lahan akan bermigrasi. Namun tujuannya bukan Windows 8, melainkan Windows 7 yang telah berumur 3 tahun sejak diluncurkan pada 2009. Begitu selesai migrasi, boleh jadi mereka akan bertahan lama dengan Windows 7, seperti yang dilakukan selama belasan tahun dengan Windows XP.
Read More

Pakai Facebook dan Yahoo, Cepat Ganti "Password"!

KOMPAS.com — Menyusul ditemukannya sebuah celah keamanan bernama "heartbleed", para pengguna layanan internet diimbau mengganti password yang digunakan untuk masing-masing penyedia jasa. 

Sebagaimana dilaporkan oleh Mashable, Rabu (9/4/2014), sejumlah layanan populer, antara lain Yahoo, Gmail, dan Facebook, ikut terdampak.

Gara-gara bug ini, informasi sensitif seperti password dan nomor kartu kredit yang digunakan pengguna selama dua tahun terakhir bisa diperoleh orang tak bertanggung jawab.

Belum jelas, situs internet mana saja yang terkena imbas heartbleed. Namun, sejumlah nama besar di dunia layanan online, termasuk Google, Yahoo, dan Dropbox, turut terpengaruh. Bahkan, situs forum komunitas terbesar di Indonesia, Kaskus pun terdampak celah ini.

Sebagian nama layanan yang terkena dampak heartbleed bisa dilihat dalam sebuah daftar yang dibuat pada 8 April. Semenjak daftar tersebut dipublikasikan, beberapa penyedia layanan telah menyalurkan patch untuk menambal celah sekuriti yang ada.

Tak jelas apabila bug yang ada dan tidak terdeteksi selama dua tahun ini pernah digunakan peretas (hacker) untuk mencuri data. Namun, pengguna diimbau untuk segera mengganti password di seluruh layanan internet yang dimiliki.

Heartbleed
Heartbleed
 ramai disebut sebagai salah satu celah keamanan terbesar dan tercanggih yang pernah ditemukan sepanjang sejarah internet.

Bug ini ditemukan pada OpenSSL, sebuah protokol sekuriti open-source yang digunakan untuk enkripsi informasi sensitif melalui fungsi SSL (secure sockets layer) di banyak layanan berbasis internet.

Dengan mengeksploitasi celah heartbleed pada OpenSSL, peretasbisa mencuri informasi, meskipun sebuah situs atau penyedia layanan sudah melakukan enkripsi (ditandai dengan gambar "gembok" dan prefiks "https:" pada URL).

Heartbleed berimbas pada semua situs dan layanan yang menjalankan OpenSSL versi 1.0.1 hingga 1.01f. Versi-versi OpenSSL yang rawan tersebut sudah banyak dipakai pada Mei 2012.

Artinya, selama dua tahun, bug ini telah beredar tanpa terdeteksi di semua penyedia layanan yang menggunakan enkripsi OpenSSL terkait, mulai dari aplikasi, situs internet, hingga institusi perbankan.

Masalahnya menjadi besar karena OpenSSL digunakan oleh 66 persen dari semua bagian web internet untuk meng-enkripsi data sehingga celah keamanan tersebar luas.

Dari sisi pengguna, tak ada yang bisa dilakukan untuk mengatasi bug ini kecuali menunggu penyedia layanan bersangkutan menambal celah heartbleed, lalu menggantipassword untuk berjaga-jaga apabila kata kunci yang lama telah bocor.
Read More

Ada Apa dengan Jaringan Indosat?

JAKARTA, KOMPAS.com — Jaringan operator seluler Indosat mengalami gangguan sejak Rabu malam dan masih terjadi hingga Kamis siang (3/4/2014). Sebagian besar pelanggan Indosat mengeluh di media sosial karena ponsel mereka tidak mendapatkan sinyal sehingga tak bisa berkomunikasi.

Hal ini diakui Indosat membuat pelanggan sulit melakukan panggilan telepon, berkirim pesan singkat, dan mengakses layanan data (internet), termasuk pelanggan data segmen korporasi yang berbasis Internet Protocol (IP)/Ethernet.

Apa yang sebenarnya terjadi dengan Indosat?

Dalam keterangan resmi, Indosat mengatakan "telah ditemukan adanya anomali trafik berupa flooding traffic di sisi IP MPLS yang menyebabkan kelebihan beban (overload) di perangkat Indosat".

MPLS atau multiprotocol label switching merupakan cara penyampaian paket pada jaringan backbone berkecepatan tinggi. Seperti dikutip dari Wikipedia, prinsip kerja MPLS adalah "menggabungkan beberapa kelebihan dari sistem komunikasi circuit-switched danpacket-switched yang melahirkan teknologi yang lebih baik dari keduanya".

Sementara itu, akun Twitter BGP Monitoring melaporkan, sistem jaringan Indosat telah "membajak" 415.652 IP prefix yang diduga akibat kesalahan konfigurasi Border Gateway Protocol (BGP) pada router Indosat.

Prefix IP tersebut mengakses jaringan beberapa perusahaan besar, seperti Apple, Telia, NTT, Level3, Comcast, CableOne, dan Akamai.

"Pembajakan" IP prefix yang dimaksud di sini adalah alamat-alamat prefix internet milik beberapa perusahaan tersebut telah diarahkan ke alamat IP yang salah oleh Indosat. Contoh imbasnya, jika ada pengguna yang ingin mengakses jaringan/server milik Apple, maka akan bermasalah.

Ketika ditanya tentang laporan BGP Monitoring tersebut, Juru Bicara Indosat Adrian Prasanto belum bisa memberi keterangan. "Kami belum bisa kasih komentar ke arah itu karena sedang dilakukan investigasi," tutur Adrian.

"Human error"

Praktisi telekomunikasi, Johar Alam Rangkuti, berpendapat, telah terjadi kesalahan konfigurasi BGP milik Indosat. BGP merupakan inti dari protokol routing internet yang menjadi backbone dari jaringan internet dunia.

Ia mengibaratkan BGP sebagai sebuah cara satu router berkomunikasi dengan routerlainnya. Semua router di internet ini menganut prinsip "saling percaya" dan ada ratusan ribu BGP router yang juga "saling percaya".

Jadi, ketika ada satu BGP yang mengatakan, "Hei, kalau kamu mau ke situs web Google harus lewat aku ya," maka ratusan ribu router internet di dunia akan percaya dan melempar trafik ke router yang punya tujuan ke situs web Google.

"Internet bisa sebagus ini karena BGP saling percaya. Tapi, kalau satu router dari ratusan ribu router itu ada yang 'bohong', maka terjadilah bencana," ujar Johar.

Ia menarik kesimpulan bahwa gangguan ini adalah faktor human error dan bukan sesuatu yang disengaja.

Sistem internet global ini telah berlangsung selama 20 tahun lebih dan dalam rentang waktu tersebut baru ada lima insiden seperti yang terjadi pada Indosat saat ini. Johar berpendapat sistem semacam ini masih layak digunakan dalam sistem internet global agar internet tetap diatur oleh komunitas, bukan pemerintah.
Editor: Wicak Hidayat
Read More

BlackBerry Senang "Keyboard" iPhone Dilarang

KOMPAS.com - BlackBerry memenangkan gugatan hukum paten melawan perusahaan Typo Products atas produk aksesori ponsel yang dinilai melanggar desain paten papan ketik (keyboard) fisik milik BlackBerry, Jumat (28/3/2014),

Produk Typo yang dipermasalahkan BlackBerry adalah sebuah aksesori pelindung ponsel dengan integrasi keyboard fisik. Produk yang diberi nama Typo Keyboard tersebut didesain khusus untuk Apple iPhone 5 dan iPhone 5S.

Hakim Pengadilan San Francisco, California, AS, William Orrick mengatakan, BlackBerry cukup membuktikan bahwa produk Typo telah melanggar paten. Akibatnya, hakim melarang penjualan produk Typo Keyboard yang dibanderol seharga 99 dollar AS itu.

Juru bicara BlackBerry mengaku senang atas keputusan pengadilan karena hal itu menekan angka kerugian yang diderita BlackBerry di masa depan. “Putusan ini akan membantu mencegah kerugian lebih lanjut bagi BlackBerry atas pencurian terang-terangan teknologi yang kami patenkan,” kata juru bicara BlackBerry.

Sementara itu, juru bicara Typo menyatakan kekecewaannya dan berencana mengajukan banding. “Typo akan terus membuat dan menjual produk-produk inovatif,” kata juru bicara Typo dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.

Kasus ini bermula pada 3 Januari 2014 ketika BlackBerry mengajukan gugatan terhadap Typo. BlackBerry meminta agar Typo tidak menjual, menawarkan, memasarkan, dan mendistribusikan Typo Keyboard.

Perusahaan Typo tersebut didirikan oleh Ryan Seacrest, seorang produser radio dan televisi, serta pembawa acara pencarian bakat American Idol.

Seacrest telah berinvestasi hingga 1 juta dollar AS untuk Typo, dan berjanji akan menambah investasinya menjadi 5 juta dollar AS. Butuh dua tahun bagi perusahaan untuk mengembangkan produk aksesori macam Typo Keyboard.
Read More

Sunday, March 15, 2015

"Perkawinan" Microsoft - Nokia Ditunda Hingga April

KOMPAS.com - Kesepakatan akuisisi Microsoft terhadap divisi perangkat dan layanan Nokia sedianya dijadwalkan selesai pada akhir kuartal tiga 2014. Namun, menurut perkembangan terbaru, kesepakatan akhir tersebut harus tertunda setidaknya satu bulan, atau hingga April 2014.

Menurut Tech Crunch (23/3/2014), penundaan tersebut dijelaskan oleh Nokia karena sedang menunggu restu dari beberapa pihak berwenang di Asia. "Transaksinya masih menunggu persetujuan dari beberapa otoritas antipakta di Asia yang sedang melakukan kajian," ujar Nokia.

Sementara menurut Phone Arena (23/3/2014), Microsoft sebenarnya sudah mendapatkan persetujuan dari berbagai institusi dan regulator di 15 pasar dunia, termasuk Komisi Eropa dan Departemen Kehakiman AS. Namun, beberapa regulator antipakta di Asia masih membutuhkan waktu untuk mempelajari akuisisi tersebut sebelum memberi restu.

Brad Smith, selaku General Counsel and Executive VP Microsoft mengatakan, "Microsoft juga sudah tidak sabar untuk segera menyambut divisi perangkat dan layanan Nokia menjadi bagian dari mereka." Smith mengatakan bahwa Microsoft berharap finalisasi merger tersebut bisa selesai sebelum April 2014.

Dari beberapa negara di Asia, Taiwan menjadi negara pertama yang memberikan lampu hijau atas merger Microsoft dan Nokia.

Namun, persetujuan tersebut memiliki syarat, yaitu paten Nokia harus memiliki lisensi FRAND dan perusahaan Finlandia tersebut tidak boleh menambah biaya lisensi atas paten mereka tersebut.

Para analis juga melihat penundaan finalisasi merger Microsoft dengan Nokia ini sebagai akibat dari keputusan pengadilan di India yang menolak aset-aset Nokia di negara tersebut dipindahtangankan ke Microsoft.
Read More

Saturday, March 14, 2015

Bocoran Spesifikasi Galaxy S5 "Zoom" Mengemuka

KOMPAS.com - Di samping versi "standar", andalan Samsung terdahulu, Galaxy S4, turut ditemani oleh beberapa varian lain seperti Galaxy S4 Active dan Galaxy S4 Zoom. Apakah Galaxy S5 akan memiliki pendamping serupa?

Agaknya memang begitu, kalau kabar yang satu ini benar. Dikutip dari Cnet, Samsung disinyalir bakal memperkenalkan Galaxy S5 "Zoom", sebuah varian dari smartphone tersebut yang menitikberatkan pada fungsi kamera.

Kamera pada Galaxy S5 Zoom pun dikabarkan bakal memiliki serangkaian kelebihan dibandingkan Galaxy S5 versi standar. 

Bocoran spesifikasi yang beredar menyebutkan bahwa perangkat ini dibekali sensor kamera dengan resolusi 20 megapixel, lebih tinggi dari milik Galaxy S5 yang sebesar 16 megapixel. Ada pula kamera depan dengan resolusi 2 megapixel.

Belum diketahui apakah Galaxy S5 Zoom akan turut dilengkapi lensa zoom seperti pendahulunya. Namun, ada kemungkinan Samsung bakal menanam lensa zoom 10x yang sama pada model baru ini.

Informasi lain dari bocoran spesifikasi itu turut menjelaskan bahwa Galaxy S5 Zoom akan dilengkapi jeroan bertenaga, mencakup prosesor Exynos "8-core" (sama dengan milik Galaxy Note 3 Neo), RAM 2GB, memori internal 16GB, dan sistem operasi Android 4.4.2 KitKat. Adapun layarnya disebut berukuran 4,8 inci dengan resolusi 1280x720.
Read More

Dambaan Pengguna di Negara Berkembang, iPhone atau Samsung?

KOMPAS.com - Sebuah survei yang dilakukan oleh sebuah perusahaan pemasaran mengungkap bukan smartphone Android yang paling diinginkan oleh pengguna di negara-negara berkembang.

Ponsel pintar besutan Apple-lah yang menjadi merek ponsel pintar yang paling didamba oleh masyarakat di negara berkembang. Bahkan, iPhone mengalahkan ponsel seri Galaxy dari Samsung.

Menurut survei Upstream, merek iPhone diinginkan oleh sekitar 33 persen masyarakat di negara berkembang pada tahun 2014. Sementara masyarakat yang menginginkan ponsel Galaxy cenderung menurun, dari 32 persen pada 2013 menjadi 29 persen di tahun ini.

Setelah iPhone dan Samsung, merek ponsel pintar lain yang diminati konsumen negara berkembang adalah Nokia yang duduk di peringkat ketiga, lalu diikuti oleh HTC dan BlackBerry.


Survei kali ini melibatkan 4.504 konsumen di negara berkembang termasuk Brasil, China, India, Nigeria, dan Vietnam. Seperti dikutip dari Bloomberg, survei Upstream kali ini meminta konsumen untuk mengabaikan soal harga.

Kendati iPhone menjadi merek yang diinginkan konsumen di negara berkembang, namun bukan berarti iPhone adalah ponsel dengan penjualan terbesar.

Samsung masih memimpin penjualan ponsel pintar di dunia melalui seri Galaxy karena perusahaan asal Korea Selatan tersebut menawarkan produk dengan harga bervariasi untuk menutupi kesenjangan harga.

Apple kini memiliki produk iPhone 5C yang sebenarnya ditujukan untuk konsumen di segmen menengah. Namun, di sejumlah negara berkembang, harga iPhone 5C masih terbilang mahal. Di Indonesia, contohnya, iPhone 5C dijual seharga Rp 8,7 juta, lebih mahal dibandingkan Galaxy S4 yang dihargai Rp 7,5 juta.

Menurut analis Francis Sideco dari perusahaan IHS, akan sulit bagi Apple untuk menjangkau konsumen di negara berkembang jika perusahaan itu tidak menawarkan iPhone dengan harga yang relatif terjangkau.
Read More