Monday, March 16, 2015

Ada Apa dengan Jaringan Indosat?

// // Leave a Comment
JAKARTA, KOMPAS.com — Jaringan operator seluler Indosat mengalami gangguan sejak Rabu malam dan masih terjadi hingga Kamis siang (3/4/2014). Sebagian besar pelanggan Indosat mengeluh di media sosial karena ponsel mereka tidak mendapatkan sinyal sehingga tak bisa berkomunikasi.

Hal ini diakui Indosat membuat pelanggan sulit melakukan panggilan telepon, berkirim pesan singkat, dan mengakses layanan data (internet), termasuk pelanggan data segmen korporasi yang berbasis Internet Protocol (IP)/Ethernet.

Apa yang sebenarnya terjadi dengan Indosat?

Dalam keterangan resmi, Indosat mengatakan "telah ditemukan adanya anomali trafik berupa flooding traffic di sisi IP MPLS yang menyebabkan kelebihan beban (overload) di perangkat Indosat".

MPLS atau multiprotocol label switching merupakan cara penyampaian paket pada jaringan backbone berkecepatan tinggi. Seperti dikutip dari Wikipedia, prinsip kerja MPLS adalah "menggabungkan beberapa kelebihan dari sistem komunikasi circuit-switched danpacket-switched yang melahirkan teknologi yang lebih baik dari keduanya".

Sementara itu, akun Twitter BGP Monitoring melaporkan, sistem jaringan Indosat telah "membajak" 415.652 IP prefix yang diduga akibat kesalahan konfigurasi Border Gateway Protocol (BGP) pada router Indosat.

Prefix IP tersebut mengakses jaringan beberapa perusahaan besar, seperti Apple, Telia, NTT, Level3, Comcast, CableOne, dan Akamai.

"Pembajakan" IP prefix yang dimaksud di sini adalah alamat-alamat prefix internet milik beberapa perusahaan tersebut telah diarahkan ke alamat IP yang salah oleh Indosat. Contoh imbasnya, jika ada pengguna yang ingin mengakses jaringan/server milik Apple, maka akan bermasalah.

Ketika ditanya tentang laporan BGP Monitoring tersebut, Juru Bicara Indosat Adrian Prasanto belum bisa memberi keterangan. "Kami belum bisa kasih komentar ke arah itu karena sedang dilakukan investigasi," tutur Adrian.

"Human error"

Praktisi telekomunikasi, Johar Alam Rangkuti, berpendapat, telah terjadi kesalahan konfigurasi BGP milik Indosat. BGP merupakan inti dari protokol routing internet yang menjadi backbone dari jaringan internet dunia.

Ia mengibaratkan BGP sebagai sebuah cara satu router berkomunikasi dengan routerlainnya. Semua router di internet ini menganut prinsip "saling percaya" dan ada ratusan ribu BGP router yang juga "saling percaya".

Jadi, ketika ada satu BGP yang mengatakan, "Hei, kalau kamu mau ke situs web Google harus lewat aku ya," maka ratusan ribu router internet di dunia akan percaya dan melempar trafik ke router yang punya tujuan ke situs web Google.

"Internet bisa sebagus ini karena BGP saling percaya. Tapi, kalau satu router dari ratusan ribu router itu ada yang 'bohong', maka terjadilah bencana," ujar Johar.

Ia menarik kesimpulan bahwa gangguan ini adalah faktor human error dan bukan sesuatu yang disengaja.

Sistem internet global ini telah berlangsung selama 20 tahun lebih dan dalam rentang waktu tersebut baru ada lima insiden seperti yang terjadi pada Indosat saat ini. Johar berpendapat sistem semacam ini masih layak digunakan dalam sistem internet global agar internet tetap diatur oleh komunitas, bukan pemerintah.
Editor: Wicak Hidayat

0 comments:

Post a Comment