Sunday, March 15, 2015

"Perkawinan" Microsoft - Nokia Ditunda Hingga April

// // Leave a Comment
KOMPAS.com - Kesepakatan akuisisi Microsoft terhadap divisi perangkat dan layanan Nokia sedianya dijadwalkan selesai pada akhir kuartal tiga 2014. Namun, menurut perkembangan terbaru, kesepakatan akhir tersebut harus tertunda setidaknya satu bulan, atau hingga April 2014.

Menurut Tech Crunch (23/3/2014), penundaan tersebut dijelaskan oleh Nokia karena sedang menunggu restu dari beberapa pihak berwenang di Asia. "Transaksinya masih menunggu persetujuan dari beberapa otoritas antipakta di Asia yang sedang melakukan kajian," ujar Nokia.

Sementara menurut Phone Arena (23/3/2014), Microsoft sebenarnya sudah mendapatkan persetujuan dari berbagai institusi dan regulator di 15 pasar dunia, termasuk Komisi Eropa dan Departemen Kehakiman AS. Namun, beberapa regulator antipakta di Asia masih membutuhkan waktu untuk mempelajari akuisisi tersebut sebelum memberi restu.

Brad Smith, selaku General Counsel and Executive VP Microsoft mengatakan, "Microsoft juga sudah tidak sabar untuk segera menyambut divisi perangkat dan layanan Nokia menjadi bagian dari mereka." Smith mengatakan bahwa Microsoft berharap finalisasi merger tersebut bisa selesai sebelum April 2014.

Dari beberapa negara di Asia, Taiwan menjadi negara pertama yang memberikan lampu hijau atas merger Microsoft dan Nokia.

Namun, persetujuan tersebut memiliki syarat, yaitu paten Nokia harus memiliki lisensi FRAND dan perusahaan Finlandia tersebut tidak boleh menambah biaya lisensi atas paten mereka tersebut.

Para analis juga melihat penundaan finalisasi merger Microsoft dengan Nokia ini sebagai akibat dari keputusan pengadilan di India yang menolak aset-aset Nokia di negara tersebut dipindahtangankan ke Microsoft.

0 comments:

Post a Comment